KENANGAN KEMAH DI WADUK KALI BENING

Sabtu, 03 April 2010

ASAL USUL PRAMUKA

Bapak pandu dunia

Kelahiran Gerakan Pramuka Dunia dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell, seorang Letnan Jendral angkatan bersenjata Britania Raya dan WilliamAlexander Smith, pendiri Boy's Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama Brownsea, Inggris. Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Boden Powell dan pasukanya berjuang mempertahankankota Mafeking, Afrika selatan, dari serangan tentara Boer. ketika itu pasukanya kalah besar di banding dengan pasukan Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda di bentuk dan di latih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka medapat tugas yang ringan-ringan tapi penting ; misalnya mengantar pesan yang di berikan Boden Powell keseluruh anggota militer di kota tersebut. pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Boden powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut di beri sebuah lencana, gambar dari lencana tersebut kamudian di pakai logo Gerakan Pramuka Internasional.
Keberhasilan Boden-Powell mempertahankan kota di anggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu. Pada tahun 1906, Emest Thomshon Seton mengirimkan Boden_powell sebuah buku karyanya yang berjudul The Birchbark Rollof The Woodcraft Indians. Seten seorang keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika Serikat, sering mengadakan pertemuan dengan Boden Powell yang menyusun rencana tentang gerakan pemuda. Pertemuanya dengan Seton tersebut mendorong kembali untuk menulis bukunya, Aids to Scouting, dengan versi baru yang berjudul Boy's Patrols. Buku tersebut di maksukan sebagai buku petunjuk kapanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian,untuk menguji ide-idenya, dia mengadakan perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di kepulouan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya ( sekarang di kenal dengan patroli atau patrol system dalam bahasa Inggris ) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang di lakukanya.
Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian menunjuk salah satu dari mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut. Setelah bukunya di terbitkan dan perkemahnya dilakukannya berjalan dengan sukse. Boden-powell pergi untuk sebuah tur yang di rencanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikiranya ke seluruh Inggris. Dari pemikiranya tersenut dibuatlah sebuah buku yang berjudul Scouting fo Boys, yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan ( boy scout handbook ) edisi pertama. Saat itu Boden-Powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa organisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi beberapa pemuda malah membentuk organisasi baru dan meminta Boden-powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih untuk mengembangkan oraganisasi yang mereka dirikan tersebut. Seiring dengan bertambahnya jumplah anggota, Boden-poweel semakin kesulitan membimbing mereka ; Ia membutuhkan asisten untuk membantunya. Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membuat sebuah pusat pelatihan kepemimpinan bagi orang dewasa ( Adult Leadheship Training Center ). Pada tahun 1919, sebuah taman si dekat Londen di beli sebagai lokasi pelatihan tersebut. Ia pun menuylis buku baru yang berjudul Aids To Scoutmastership dan beberapa buku lainya dan kemudian di kumpulkan dan di saukan dalam buku yang berjudul Revering to Success For Rever Scout pada tahun 1922. Pergerakan Pramuka tak lama setelah buku Scout For Boys di terbitkan, Pramuka mulai di kenal seluruh Inggria dan Irlandia. Gerakanya sendiri, secara berlahan tapi pasti, mulai di coba dan diterapkanya di seluruh kerajaan Inggris dan Koloninya. Unit kepanduan diluar kerajaan Inggris yang pertama di akui keberadaanya, di bentuk di Gilbraltar pada tahun 1910, yang kemudian di ikuti oleh pembentukan unit lainya di Malta.
Kanada adalah koloni Inggris pertama yang membentuk gerakan Kepanduan. bersambung



Read More : ASAL USUL PRAMUKA

Selasa, 17 November 2009

API UNGGUN

Api unggun merupakan salah satu bentuk kegiatan di alam terbuka khususnya pada malam hari. Pada awalnya api unggun digunakan sebagai penghangat badan dan menjauhkan diri dari gangguan binatang Buas, sekarang fungsi mendasar tersebut secara implisit masih tetap eksis, namun secara eksplisit fungsi tersebut bergeser menjadi fungsi pendidikan dengan serangkaian nilai dan tujuan diselenggarakannya Api Unggun.

Nilai pendidikan yang terkandung dalam penyelenggaraan api unggun adalah sebagai berikut:
1. mempererat persaudaraan
2. memupuk kerjasama (gotong royong)
3. menambah rasa keberanian dan keparcayaan diri
4. membuat suasana kegembiraan dan kebebasan
5. mengembangkan bakat dan kreativitas
6. memupuk disiplin bagi pelaku dan penonton.

Nilai – nilai pendidikan ini akan terwujud jika proses penyelenggaraan api unggun diformulasikan dengan tata cara pelaksanaan api unggun yang merangsang tercapainya nilai-nilai tersebut. Diantara tata cara yang dapat digunakan adalah:
  • pada saat acara api unggun, anggota pramuka menciptakan suasan kegembiraaan dengan jalan menampilkan kreasi seninya, berupa musik, drama, gerakan lagu, lawakan, sandiwara, fragmen, dan lain-lain.
  • Pembina pramuka yang mengikuti acara api unggun hendaklah ikut menciptakan suasana kegembiraan selama acara api unggun berlangsung.
  • Menyusun api unggun sesuai dengan kondisi dan situasi, adapun macam susunan tersebut adalah sbb:
- bentuk Piramida
kayu disusun berbentuk piramid makin tinggi makin mengerucut
piramida ada yang berbentuk segitiga ada yang berbentuk segiempat.

- Bentuk Pagoda
Di tengah terdapat kayu besar yang dipancangkan, kayu lain disandarkan pada tonggak tersebut di tengah –tengah diberi kayu yang mudah terbakar.

- Bentuk Pagoda Roboh
Kita atur ujung kayu bertemu di tengah - tengah di tempat pertemuan kayu diberi kayu-kayu kecil/sampah yang mudah dibakar. Bentuk dan panjang kayu tidak sama.

- Bentuk Kursi
Bentuk Unggun seperti kursi dan kayunya diletakkan berjajar seperti kursi.
Cara membuat:
- Dua pancang kayu dipancangkan sejajar condong(45-60) derajat
- Dua kayu lain diletakakn rebah dekat pancang, selanjutnya kayu diletakkan melintang di atasnya.

Read More : API UNGGUN

Senin, 16 November 2009

TRI SATYA

Tri Satya

Demi Kehormatanku Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila.
  2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
  3. Menepati Dasa Darma.



Pengertannya :
  • Tri Satya merupakan janji seorang Pramuka yang harus di tepati
  • Pramuka berjanji dengan Tri Satya, dengan sepenuh kehormatannya dan ia selalu berusaha memenuhi janjinya itu demi kehormatannya semata.
  • Kewajiban kepada Tuhan, jelas ia harus memeluk suatu agama yang dinyakini. Segala ajarannya dilakukan dan segala larangannya dihindarkannya.
  • Kewajiban kepada negara, seorang Pramuka akan selalu berusaha menjunjung tinggi kehormatan dan kewibawaan negaranya (Indonesia) dengan jalan tunduk kepada undang-undang yang berlaku, menghormati benderanya, melaksanakan dasar negaranya menghayati lambang negaranya, mengakui pemerintahannya, dan menghayati lagu kebangsaannya.
  • Mengamalkan Pancasila, dengan jalan melaksanakan dan menjalankan tuntunan tingkah laku dalam ajaran P-4.
  • Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat, sudah dijelaskan dalam uraian Dasa Darma. Sedang mempersiapkan diri untuk membangun masyarakat, seorang penggalang harus mencari ilmu di sekolah dan pengetahuan di masyarakat agar kelak setelah dewasa ia menjadi manusia yang berguna. Segala ketrampilan ia pelajari sebaik-baiknya untuk persiapannya dikemudian hari.
Read More : TRI SATYA

Minggu, 15 November 2009

DASA DHARMA PRAMUKA

Dasadharma

Pramuka itu:
1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan ksatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil, dan gembira;
7. Hemat, cermat, dan bersahaja;
8. Disiplin, berani, dan setia;
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya;
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Pengertiannya :

Dasa Darma adalah ketentuan moral Pramuka atau watak Pramuka. Dasa Darma Pramuka itu berarti sepuluh tuntunan tingkah laku bagi Pramuka Indonesia yang berisi penjabaran Pancasila, agar para Pramuka dapat mengerti, menghayati, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Takwa kepada Tuhan Yang maha Esa :
1) Bersikap cinta dan kasih sayang, setia, patuh, adil, jujur dan suci.
2) Melaksanakan ibadah menurut agamanya.
3) Memperingati hari-hari besar agama.
4) Menghormati orang yang beragama lain.
5) Mengikuti ceramah-ceramah keagamaan.
6) Menghormati orang tua.

B. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia :
1) Mencintai segala macam tumbuh-tumbuhan dan hewan. Mengenal berbagai jenisnya, sifat-sifatnya dan manfaatnya.
2) Tidak mementingkan diri sendiri.
3) Menghargai orang lain.
4) Mengaku saudara kepada Pramuka lain (sedunia).

C. Patriot yang sopan dan ksatria :
1) Menjadi putra tanah air yang siap berbakti dan Siaga membela ibu pertiwi.
2) Menghormati dan memahami lambang negara, bendera Sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
3) Memahami nilai-nilai luhur bangsa Indonesia (kekeluargaan, gotong royong, ramah tamah, dan religius).
4) Mengenal adat istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.
5) Selalu membela yang lemah dan yang benar.
6) Membiasakan diri mengakui kesalahan dan membenarkan yang benar.
7) Hormat kepada orang tua, guru dan pemimpin.

D. Patuh dan suka bermusyawarah :
1) Menepati janji.
2) Mematuhi peraturan.
3) Menghargai pendapat orang lain.
4) Merumuskan kesepakatan dengan memperhatikan kepentingan orang banyak.
5) Membiasakan bermusyawarah sebelum melakukan kegiatan.

E. Rela menolong dan tabah :
1) Cepat menolong kecelakaan tanpa diminta.
2) Memberi tempat di tempat umum kepada wanita dan orang tua.
3) Membiasakan diri mengatasi masalah-masalah.
4) Pantang mundur menghadapi kesulitan.

F. Rajin, terampil dan gembira :
1) Membiasakan membaca buku-buku yang bermanfaat.
2) Membiasakan untuk menyusun dan menepati jadwal yang dibuat.
3) Bekerja menurut manfaat.
4) Tidak terlalu cepat menegur, mengkritik, dan menyalahkan.
5) Bergembira dalam setiap usaha.
6) Tidak menunda-nunda pekerjaan sampai besok.
7) Memilih jenis keahlian yang sesuai dengan bakat.
Tidak cepat puas dalam menyelesaikan pekerjaan.
9) Tidak menolak segala tugas yang diberikan padanya.

G. Hemat, cermat dan bersahaja :
1) Menggunakan waktu dengan tepat.
2) Tidak ceroboh.
3) Berpakaian sederhana tidak berlebih lebihan.
4) Menghemat listrik, air, uang sehingga tidak terbuang percuma.
5) Membiasakan untuk menabung.

H. Disiplin, berani, dan setia :
1) Berusaha untuk mengendalikan diri.
2) Mentaati peraturan.
3) Menjalani ajaran dan ibadah agama.
4) Belajar untuk menilai kenyataan, bukti, dan kebenaran informasi.
5) Patuh dengan pertimbangan dan kenyakinan.

I. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya :
1) Segala yang diperintahkan, dilakukan dengan tanggung jawab penuh.
2) Berani bertanggung jawab atas sesuatu tindakan yang diambil dalam hal tugas yang tidak dapat atau sulit dikerjakan.
3) Tidak akan mengelakkan tanggung jawab dengan alasan yang dicari-cari.
4) Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain terutama yang menyangkut uang, materi, dan lain-lain.
5) Apa yang dikatakan bukan suatu karangan yang dibuat-buat.
6) Dalam menerima tugas, pasti dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
7) Dalam kehidupannya sehari-hari, ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya.
Selalu menepati waktu yang telah ditentukan.

J. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan :
1) Selalu melihat dan memikirkan sesuatu pada segi baiknya atau hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah tidak baik.
2) Setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur serta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan orang lain.
3) Sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, seorang Pramuka harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan negara, bangsa, agama dan keluarga.
4) Dengan selalu melakukan pikiran , perkataan, dan perbuatan yang suci akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka
Read More : DASA DHARMA PRAMUKA

Senin, 07 September 2009

KEMAH DI WADUK KALI BENING


( foto pas makan pagi bersama ank,,,3,4,6,8 )





Read More : KEMAH DI WADUK KALI BENING

Kamis, 03 September 2009

TENTANG PRASKERJA



PRASKERJA
(Pramuka SMKN 1 Kertosono jaya)
Ambalan panglima besar Jendral Soedirman dan Cut Nyak Dien

Pangkalan :
SMKN 1 KERTOSONO

Jl.Langsep 24 Kertosono Kec.Kertosono Kab.Nganjuk Jawa Timur

'''Setinggi tingginya gunung''''
''Lebih tinggi dari pada telapak kaki kita''

Di puncak ( Jaya )
Jaya ( jaya, jaya huu)









Read More : TENTANG PRASKERJA